Tampilkan postingan dengan label Ratih TV Kebumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ratih TV Kebumen. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2011

Ratih TV Kebumen, Kehilangan Pemirsa


*Komper Wardopo

Kebumen - SEJAK kali pertama tayang menjumpai pemirsa masyarakat Kebumen sekitar Mei 2003, Ratih TV telah mampu menjadi salah satu ikon bagi daerah penghasil sarang burung walet itu. Bahkan setiap pagi, tayangan andalannya, Selamat Pagi Bupati (SPB) selalu dinanti. 


Hampir delapan tahun, lewat SPB itu, Bupati Dra Hj Rustriningsih MSi kala itu selalu hadir lewat layar kaca itu, menyapa seluruh masyarakat di 26 kecamatan selama sekitar tiga puluh menit. Tayangan yang awalnya dialog interakftif di Radio Indrakila FM (IN FM) itu kemudian disiarkan oleh televisi lokal yang memiliki studio di Jalan Kutoarjo No 6 Kebumen.

Kala itu dengan pemandu tetapnya bung Omar Sara alias Inas Sohiran. Bupati yang kadang-kadang diselingi Wakil Bupati KH M Nashiruddin AM mampu memberikan hiburan tersendiri dan mencuri perhatin khalayak, karena hadir tiap pagi sejak pukul 06.00, berdialog interaktif dan selalu menyapa pendengar Radio IN FM dan pemirsa Ratih TV.

Berbagai pertanyaan dari aspek pemerintahan, pembangunan, ekonomi dan sosial, semua masuk ke Bupati. Dengan pemandu yang berpengalaman karena mantan penyiar RRI Purwokerto, dialog interaktif yang bertujuan menyerap aspirasi masyarakat itu terkesan hidup.

Apalagi Omar Sara piawai memancing emosi pemirsa dan narasumber.
Kadang kala, begitu teknisnya materi pertanyaan, Bung Omar memberi ilustrasi dan bumbu hingga Bupati cukup memberi jawaban satu dua kalimat atau mengiyakan.

Kali lain, Bupati segera meneruskan pertanyaan itu kepada para kepala dinas dan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Pendek kata, semua pertanyaan diusahakan dijawab. Acara SPB itu pun menjadi menu wajib bagi seluruh pejabat eselon di Pemkab Kebumen untuk mengikuti.

Dinamika daerah Kebumen dalam mendorong iklim keterbukaan di pemerintahan pun ikut terpacu karena peran televisi lokal itu.  
Bila ada satu dua pertanyaan yang menyangkut teknis, kadang Bupati akan mengontak dan meminta pejabat terkait ikut bergabung dan memberikan jawaban langsung. Tak heran bila para pejabat Pemkab Kebumen tiap pagi ”wajib” mendengar dan melihat SPB. Begitulah tayangan SPB menjadi salah satu model komunikasi interaktif pejabat dengan masyarakat.

Hampir semua persoalan ditanyakan pemirsa, dan hampir tanpa sensor semua masuk ke Ratih TV. Jadilah acara SPB dan acara lain seperti berita Kebumen menjadi hidup dan penuh greget. Kadang jika pertanyaan kritis, misalnya datang dari LSM, Bupati pun  tetap menjawab secara proporsional.

Patut mendapat acungan jempol,keseriusan Bupati Rustriningsih kala itu. Meskipun dini hari baru pulang dari luar kota karena dinas, esoknya pukul 06.00 sudah duduk di depan layar televisi lokal menyapa warganya.

Bahkan saat dinas luar atau perjalanan dinas di kota lain, Rustri tetap menyempatkan diri menerima pertanyaan khusus untuk acara SPB.
Di mata Direktur Ratih TV Kebumen  Muchriyanto SAP, semangat segenap kru, mulai reporter, editor, hingga kamerawan yang jumlahnya kala itu tidak lebih dari delapan orang, begitu terpacu. ”Bagaimana tidak, tiap pagi kami bertemu Ibu Bupati, disapa Bupati, dan para kepala dinas pun antusias hadir di studio,” tandas Muchriyanto.
Berubah Kondisi di Ratih TV mulai berubah tatkala tampuk kepemimpinan berganti ke Bupati KH Nashiruddin sejak akhir 2008. Sebenarnya Pak Nashir juga selalu hadir setiap pagi di sudio Ratih TV menjawab pertanyaan di SPB. Namun gaung dan grengsengnya sedikit berbeda. Mengingat, gaya dan penampilan Bupati Nashiruddin di Ratih TV pun kalem dan cenderung low profile. Saat menjawab pertanyaan cenderung cekak aos sehingga jawaban terkesan pendek-pendek.

Namun di masa Bupati Kiai Nashiruddin ini jam tayangan SPB belum berubah, tetap 30 menit setiap pagi, hanya diselingi hari Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu untuk acara agak santai, dan Minggu diisi acara Inspirasi, menampilkan tokoh LSM dengan pemandu kala itu bung Kholid Anwar.

Politik daerah pun berubah karena Pilkada 2010. Pada pesta demokrasi itu terpilih sebagai bupati H Buyar Winarso SE. Buyar sebagai orang baru pun tetap memiliki komitmen membangun informasi dan interaksi bagi publik. Namun kebijakan atas tayangan Ratih TV di SPB berubah drastis. Yakni dialog SPB diganti menjadi Selamat Pagi Kebumen (SPK).  

Tujuannya sebenarnya bagus, yakni untuk memperluas akses informasi timbal balik pemerintah dan masyarakat. Bukan sekadar dialog dengan bupati, namun dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Pertanyaan pemirsa pun bisa lebih luas, tidak hanya pemerintahan di Pemkab Kebumen, bisa menyangkut masalah keamanan, hukum, agama, pertanahan, listrik hingga masalah sosial lainnya. Instansi vertikal seperti Kementerian Agama, Polres, Kejaksaan, PLN dan BPN ikut menjadi narasumber.

Bupati dan Wakil Bupati pun tetap hadir, namun hanya sekali sepekan di dialog SPK. Yang lain diisi narasumber instansi terkait yang berhubungan dengan pelayanan umum maupun informasi dari instansi vertikal.

Dari sisi substansi, masalah yang dikupas di SPK memang lebih berkembang. Namun harus diakui, dari sisi perhatian, karena Bupati Buyar hanya hadir di Ratih TV seminggu sekali, pamor SPK sedikit menurun dan bahkan memudar.

Sebenarnya acara andalan lainnya masih ada. Seperti Berita Kebumen selama 30 menit, serta ada dialog interaktif, dan acara semi bursa iklan menjual barang-barang yang diberi nama Pasar Reboan. Selain itu, masih ada tayangan produksi sendiri, seperti hiburan dan lagu, musik tradisional dan guyon maton.

Semula  jam tayang Ratih TV mulai pukul 06.00-07.00 dan sore hari pukul 16.30-18.00. Jika semula SPB hanya 30 menit, maka SPK menjadi satu jam. Namun sekali lagi, ini adalah media hiburan milik pemerintah daerah. Maka ketika ganti pejabat ganti selera pula, ya tentu akan berefek pada mutu siaran. Bahkan kendala lain  tidak kalah serius, seperti jangkauan siaran yang terbatas, serta dukungan APBD yang minim. (24)





Download Gratis Buku PAI BP Kurikulum Merdeka

Download Gratis Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) Kurikulum Merdeka melalui laman Sitem Informasi Perbukuan Indonesia (...