Tampilkan postingan dengan label Hadist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadist. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

Salat Kaffarah dan Jum`at Wida`

Ustadz, mau tanya di daerah saya banyak berselebaran tentang sholat kafarah, berikut selebarannya:Shalat kafarah Bersabda Rasulullah SAW : " Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum'at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud (tasyahud akhir saja), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X .
niatnya: " Nawaitu Usholli arba'a raka'atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta'alaa" Sayidina Abu Bakar ra. berkata " Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sholat tersebut sebagai kafaroh (pengganti) sholat 400 tahun dan menurut Sayidina Ali ra. sholat tersebut sebagai kafaroh 1000 tahun. Maka bertanyalah sahabat : umur manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya ?". Rasulullah SAW menjawab, "Untuk kedua orangtuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang didekatnya/ lingkungannya. "
Setelah sholat sehabis salam membaca shalawat Nabi sebanyak 100 kali dengan shalawat apa saja, lalu berdoa dengan doa ini 3 tiga kali, setelah membaca Basmalah, Hamdalah, istighfar, syahadat dan shalawat : Allahumma yaa man laa tan-fa'uka tha'atii wa laa tadhurruka ma'shiyatii taqabbal minnii ma laa yanfa'uka waghfirlii ma laa yadhurruka ya man idzaa wa 'ada wa fii wa idzaa tawa'ada tajaa wa za wa'afaa ighfirli'abdin zhaalama nafsahu wa as'aluka. Allahumma innii a'udzubika min bathril ghinaa wa jahdil faqri ilaahii khalaqtanii wa lam aku syai'an wa razaqtanii wa lam aku syaii'in wartakabtu al-ma'ashii fa-innii muqirun laka bi-dzunuubii. Fa in 'afawta 'annii fala yanqushu min mulkika syai'an wa-in adzdzaabtanii falaa yaziidu fii sulthaanika syay-'an. Ilaahii anta tajidu man tu'adzdzi buhu ghayrii wa-anaa laa ajidu man yarhamanii ghaiyraka aghfirlii maa baynii wa baynaka waghfirlii ma baynii wa bayna khlaqika yaa arhamar rahiimiin wa yaa raja'a sa'iliin wa yaa amaanal khaifiina irhamnii birahmatikaal waasi'aati anta arhamur rahimiin yaa rabbal 'aalaamiin. Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat wal musliimina wal muslimaat wa tabi' baynana wa baynahum bil khaiyrati rabbighfir warham wa anta khairur-rahimiin wa shallallaahu 'alaa sayidina Muhammadin wa 'alaa alihii wa shahbihi wasallama tasliiman katsiiran amiin. (3 kali)

Artinya; Yaa Allah, yang mana segala ketaatanku tiada artinya bagiMu dan segala perbuatan maksiatku tiada merugikanMu. Terimalah diriku yang tiada artinya bagiMu. Dan ampunilah aku yang mana ampunanMu itu tidak merugikan bagiMu. Ya Allah, bila Engkau berjanji pasti Engkau tepati janjiMu. Dan apabila Engkau mengancam, maka Engkau mau mengampuni ancamanMu. Ampunilah hambaMu ini yang telah menyesatkan diriku sendiri, aku telah Engkau beri kekayaan dan aku mengumpat di saat aku Engkau beri miskin. Wahai Tuhanku Engkau ciptakan aku dan aku tak berarti apapun. Dan Engkau beri aku rizki sekalipun aku tak berarti apa-apa, dan aku lakukan perbuatan semua ma'siat dan aku mengaku padaMu dengan segala dosa-dosaku. Apabila Engkau mengampuniku tidak mengurangi keagunganMu sedikitpun, dan bila Kau siksa aku maka tidak akan menambah kekuasaanMu, wahai Tuhanku, bukankah masih banyak orang yang akan Kau siksa selain aku. Namun bagiku hanyaEnakau yang dapat mengampuniku. Ampunilah dosa-dosaku kepadaMu. Dan ampunilah segala kesalahanku di antara aku dengan hamba-hambaMu. Ya Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih dan tempat pengaduan semua pemohon dan tempat berlindung bagi orang yang takut. Kasihanilah aku dengan pengampunanMu yang luas. Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang dan Engkaulah yang memelihara seluruh alam yang ada. Ampunilah segala dosa-dosa orang mu'min dan mu'minat, muslimin dan muslimat dan satukanlah aku dengan mereka dalam kebaikan. Wahai Tuhanku ampunilah dan kasihilah. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Washollallahu 'Ala sayyidina Muhammadin wa'ala alihi wasohbihi wasalim tasliiman kasiira. Amin.
Wahidin

Jawab:
Ada beberapa riwayat tentang fadlilah hari Jum'at,  baik yang terakhir bulan Ramadhan, atau tidak,  dan yang ada kaitannya dengan penebusan sholat yang ditinggalkan tetapi menurut imam-imam pakar hadist, kebanyakan hadist maudlu' alias palsu. Hadist maudlu' masuk tingkatan hadist dlaif (lemah) yang paling lemah dan dapat dikatakan palsu, karena diyakini itu buatan orang yang yang kemudian diklaim dari Rasulullah s.a.w.

Di antara riwayat-riwayat tersebut adalah sbb:
1. Hadist riwayat Dzahabi dan kitab Ahadits Mukhtarah:
وبإسناد مظلم عن أحمد بن عبيد الله النهرواني ثنا أبو عاصم ثنا الأوزاعي عن يحيى عن أبي سلمة عن أم سلمة قالت دخل شاب فقال يا رسول الله إني أضعت صلاتي فما حيلتي قال حيلتك بعد ما تبت أن تصلي ليلة الجمعة ثمان ركعات تقرأ في كل ركعة خمسة وعشرين مرة (قل هو الله أحد) فإذا فرغت فقل ألف مرة صلى الله على محمد فإن ذلك كفارة لك ولو تركت صلاة مائتي سنة وكتب لك بكل ركعة عبادة سنة ومدينة في الجنة وبكل آية ألف حوراء وتراني في المنام ن ليلته الحديث وهكذا فليكن الحديث الموضوع ( 8 أ ) وإلا فلا. أحاديث مختارة ج:1 ص:107

Dari Ummi Salamah: datang seorang pemuda kepada Rasulullah bertanya "Wahai Rasulullah s.a.w. aku telah menelantarkan sholatku, apa yang dapat aku lakukan?". Rasulullah s.a.w. menjawab "Hendaknya kamu sholat pada malam Jumat delapan rakaat, setiap rakaat membaca Qul Huallaahu Ahad sebanyak 25 kali, lalu setelah sholat bacalah Shallallahu Ala Muhammad sebanya 1000 kali, maka itu akan menebus sholat-sholatmu yang kau tinggalkan walaupun dua ratus tahun danAllah akan mencatat setiap rakaatnya seperti ibadah setahun dan menjanjikan sorga, dan setiap ayat seribu bidadari dan akan melihatku dalam mimpi pada malam itu". Dzahabi mengatakan ini hadist maudlu.

2. Kanawi dalam kitab Athaar Marfuuah fil Akhbar al-maudlu'ah meriwayatkan hadist tentang qadla tahunan pada bulan Ramadhan.
حديث من قضى صلوات من الفرائض في أخر جمعة من رمضان كان ذلك جابرا لكل صلاة فائتة من عمره إلى سبعين سنة
"Barang siapa mengqadla sholat-sholat fardlu yang ditinggalkannya pada Jumat terakhir bulan Ramadhan, maka itu menjadi penebus dari sholat-sholat yang ditinggalkannya selama hidupnya hingga 70 tahun"
Kunawi lalu menegaskan:
Ali al-Qari dalam kitab Maudlu'at Shughra dan Kubra mengatakan ini hadist batal secara pasti sebab bertentangan dengan ijma' (konsensus) bahwa satu ibadah tidak akan bisa mengganti ibadah-ibadah lain yang lewat, apalagi sampai bertahun-tahun. Hadist tersebut dirwayatkan oleh pensyarah kitan Nihayah, mereka itu bukan ahli hadist maka meraka juga tidak menyebutkan sanadnya yang lengkap.
Imam Dahlawi mengatakan dalam kitabnya Ujalah Nafi'ah, menyebutkan bahwa hadist qadla tahunan ini bertentangan dengan hukum syariat.

3.  Imam Shaukani dalam kitab al-Fawaid al-Majmu'ah fil Ahadits al-Maudlu'ah mengatakan: Hadits (artinya) Barangsiapa sholat di Jumat terakhir bulan Ramadhan lima sholat fardlu selama sehari semalam, maka ia telah mengqadla semua sholat yang ditinggalkannya selama setahun, ini maudlu' tidak maragukan lagi. Saya tidak menemukan dalam kitab-kitab hadist maudlu' tapi ini populer di kalangan ulama-ulama kota San'a pada masa ini, maka banyak yang melakukannya. Saya tidak tahu siapa yang pertama kali membuat hadist maudlu' ini, mudah-mudahan Allah memburukkan orang-orang pemalsu hadist.

4. Dalam kitab Fatawa Syabakah al-Islamiyah, nomor fatwa: 64749 disebutkan redaksi yang sama dengan redaksi selebaran, yaitu:
النية نويت أن أصلي أربع ركعات كفارة لما فاتني، ما صحة هذا، فائدة من المجموعة المباركة في كفارة من فاتته صلاة في عمره عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: من فاتته صلاة في عمره ولم يحصها، فليقم في آخر جمعة من رمضان ويصلي أربع ركعات بتشهد واحد، يقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب وسورة القدر 15 مرة وسورة الكوثر كذلك، ويقول في النية نويت أن أصلي أربع ركعات كفارة لما فاتني من الصلاة، وقال أبو بكر سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: هي كفارة أربعمائة سنة، حتى قال علي كرم الله وجهه هي كفارة ألف سنة، قالوا: يا رسول الله، ابن آدم يعيش ستين سنة أو مائة سنة، فلمن تكون الصلاة الزائدة؟ قال: تكون لأبويه وزوجته وأولاده فأقاربه وأهل البلد، فإذا فرغ من الصلاة صلى على النبي صلى الله عليه وسلم مائة مرة بأي صيغة كانت ثم يدعو بهذا الدعاء ثلاث مرات وهو هذا: اللهم يا من لا تنفعك طاعتي ولا تضرك معصيتي، تقبل مني ما لا ينفعك واغفر لي ما لا يضرك يا من إذا أوعد وفى وإذا توعد تجاوز وعفا، أغفر لعبد ظلم نفسه، وأسألك اللهم إني أعوذ بك من بطر الغنى وجهد الفقر إلهي خلقتني ولم أك شيئاً ورزقتني ولم أك شيئاً، وارتكبت المعاصي فإني مقر لك بذنوبي فإن عفوت عني فلا ينقص ما ملك شيئاً وإن عذبتني فلا يزيد في سلطانك شيئاً، إلهي أنت تجد من تعذبه غيري وأنا لا أجد من يرحمني غيرك، اغفر لي ما بيني وبينك واغفر لي ما بيني وبين خلقك يا أرحم الرحمين، ويا رجاء السائلين ويا أمان الخائفين ارحمني برحمتك الواسعة أنت أرحم الراحمين يا رب العالمين، اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات وتابع بيننا وبينهم بالخيرات، رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليماً كثيراً آمين. وبالله التوفيق؟

Mayoritas ulama yang mengkaji masalah القضاء العمري atau qadla seumur hidup mengambil kesimpulan bahwa hadist tentang itu palsu karena bertentangan dengan ketentuan syariat mengenai masalah qadla dan tidak diriwayatkan dalam kitab-kitab hadist populer. Indikasi kedua adalah karena hadist tadi mengandung unsur-unsur berlebih-lebihan yang tidak masuk akal. Hadist tersebut juga merangsang orang meninggalkan sholat secara sengaja karena mereka dapat beranggapan dengan melakukan sholat sekali sebanyak 4 rakaat saja dapat menghapus semua dosa meninggalkan sholat.
Al-Dimasyqi dalam kitab al-Manaarul Muniif fis Sahih wal Dlaif menyebutkan bahwa di antara tanda-tanda hadist dlaif, adalah hadist tersebut menyebutkan imbalan pahala yang berlebihan atas amal yang kecil atau menyebutkan siksa yang berlebihan atas kesalahan dan dosa kecil. Kalau kita amati isi hadist yang ada dalam selebaran tersebut, maka termasuk dalam ketegori ini.
Pengkultusan Jumat terakhir bulan Ramadhan ternyata juga didapati pada sebagian besar masyarakat muslim Pakistan. Mereka menyebutnya Jumah Wida' atau Jumat terkhir bulan Ramadhan. Biasanya pada Jumat itu masyarakat berbondong-bondong ke masjid untuk sholat Jumat Wida dan ikut berdoa bersama imam. Masjid-masjid yang biasanya tidak penuh jamaah, maka pada Jumat Wida' dipenuhi oleh jamaah.

Kesimpulan
1.    Sholat Kiffarah dan menghususkan Jumat terakhir bulan Ramadhan dengan amalan sholat untuk menebus dosa sholat yang ditiggalkan, tidak ada landasan dalil yang kuat. Semua hadist yang ada sangat lemah atau bahkan maudlu' alias palsu sebagaimana dijelaskan oleh para ulama hadist.
Mayoritas Ulama hadist dan fiqih mengatakan hanya boleh mengamalkan hadist dlaif untuk fadlailul a'mal (keutamaan amal) dengan syarat-syarat dan ketentuan sbb:
•    Hadist tersebut tidak sangat lemah.
•    Isi hadist tersebut mengacu kepada ketentuan agama yang ada. Misalnya ada hadist dlaif tentang keutamaan sholat malam, ini diterima karena banyak dalil menyebutkan sholat  malam. Hadist Jumat terakhir bulan Ramadhan tidak mempunyai landasan pendukung dari ibadah lainnya.
•    Tidak boleh meyakini bahwa itu hadist benar-benar dari Rasulullah, tapi cukup demi alasan hati-hati. Artinya berpandangan bahwa jangan-jangan itu memang benar dari Rasulullah s.a.w. (Taisir Mustolah Hadist: Ibnu Solah: 34).
Hadist sholat kaffarah sangat lemah dan bahkan palsu, sehingga masuk kategori yang tidak boleh diamalkan.
2.    Lebih baik melaksanakan sholat-sholat sunnah yang jelas kuat dalilnya pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, seperti melaksanakan sholat tasbih, sholat taubah atau sholat qiyamullail. Pahala dari sholat-sholat tersebut lebih terjamin dengan riwayat-riwayat yang kuat dan sahih.
3.    Adapun redaksi doa yang disebutkan dalam hadist tersebut, arti dan maknanya bagus maka boleh digunakan untuk berdoa kapan saja waktunya, tidak khusus untuk Jumat terakhir bulan Ramadhan.
4.    Mereka yang pernah meninggalkan sholat atau mempunyai hutang sholat, tidak gugur tanggungannya dengan melaksanakan sholat kiffarah. Sesuai yang disebutkan dalam kitab-kitab fiqih, mereka harus mengqadla sholat yang ditinggalkan sesuai jumlahnya. Kalau tidak ingat jumlahnya, maka ia wajib meng-qadla sholat yang ditinggalkan sampai taraf mendekati yakin jumlahnya.
Demikian wallahu a'lam bissowab.
Muhammad Niam
*dari berbagai refrensi

sumber : www.pesantrenvirtual.com

Rabu, 25 Mei 2011

Memaknai Mimpi

ANGGOTA KELUARGA
o Anggota Keluarga: Bermimpi mempunyai anak lelaki yang remaja bererti kemegahan dan kekuatan bagi anda. Perempuan yang bermimpi mempunyai anak lelaki yang sudah dewasa bererti satu kebaikan yang akan datang.

ALLAH S.W.T.:

* Al-Ustaz Abu Sa'id berkata: "Sesiapa yang melihat seolah-olah dia berdiri di hadapan Allah S.W.T. dan Allah memandang kepadanya, maka mimpi itu merupakan mimpi rahmat jika yang bermimpi itu orang salih. Tetapi kalau yang bermimpi itu bukan orang salih, maka itu merupakan peringatan."

BERTELANJANG

o Bertelanjang: Bermimpi kehilangan sebahagian pakaiannya atau barang-barang di rumah bermakna akan hilang sebahagian hartanya. Bermimpi seolah-olah akan menanggalkan kasut bermakna anda akan berpisah dengan isteri atau pembantu anda.

BINATANG

o Binatang: Bermimpi suara singa bererti takut kepada raja yang zalim, bermimpi suara kuda bermakna anda akan mendapat pemberian dari lelaki yang mulia, bermimpi suara kulit ular bererti menjauhkan diri dari musuh yang menyembunyikan permusuhan dan berusaha untuk mengalahkannya, bermimpi percakapan burung bermakna baik dan ialah satu petanda bahawa orang yang bermimpi bertambah mulia, bermimpi suara kucing menunjukkan memalukan pembantu yang pencuri.



DARAH

o Darah: Darah yang keluar dari hidung, jika ia banyak cair, bermakna harta yang berpanjangan. Jika ia kental, bermakna keguguran kandungan (anak). Jika dia lihat darah itu mengotori pakaiannya bermakna dia akan mendapat harta yang tidak baik dan akan melakukan dosa. Jika darah itu tidak mengotori pakaiannya bererti dia akan keluar dari dosanya (terampun dosanya).

DIKEJAR

o Dikejar: Bermimpi diikuti oleh orang pemuda bermakna anda akan berjumpa dengan musuh.

GIGI

o Gigi: adapun gigi maknanya adalah keluarga rumah tangga lelaki. Maka gigi sebelah atas adalah keluarganya yang lelaki dan sebelah bawah keluarga yang perempuan.
o Gigi yang goyang: jika sebahagian gigi goyang, menunjukkan ada yang akan berpenyakit. Gigi yang jatuh dan hilang menunjukkan kematian atau hilang buat selama-lamanya.

HAJI DAN UMRAH:

* Al-Ustaz Abu Sa'id berkata: "Sesiapa yang melihat dia pergi mengerjakan haji pada musimnya, maka kalau dia belum haji akan dapat mengerjakan haji, kalau dia sedang sakit akan sembuh, kalau dia mempunyai hutang akan dapat membayar hutangnya, kalau dia sedang ketakutan dia akan merasa aman, kalau dia miskin akan menjadi kaya, kalau dia musafir akan selamat, kalau dia telah digulingkan atau ditendang akan kembali mendapat jawatan, kalau dia sesat akan mengetahui arah dan petunjuk dan kalau dia dalam kesusahan akan mendapat kelapangan."

Orang yang melihat pergi mengerjakan haji tetapi sudah habis waktunya, maka kalau dia seorang pemimpin akan digulingkan, kalau dia peniaga akan merugi, kalau dia musafir akan terkandas di perjalanan, kalau dia sihat akan berpenyakit.

Orang yang melihat seolah-olah dia mengerjakan haji atau umrah bererti panjang umurnya dan tetap pendiriannya. Orang yang bermimpi tawaf di Baitullah akan mendapat jawatan yang mulia. Orang yang bermimpi tawaf di atas tunggangan bererti dia menyetubuhi wanita yang sedang ihram.

JIN

o Jin: Orang yang bermimpi bertukar menjadi jin bererti kuat tipu dayanya. Melihat sihir jin dalam tidur menunjukkan tipu daya. Bermimpi melihat jin, pada asalnya mereka adalah kelompak yang suka mengajak manusia berkhayal dan menipu manusia.

KUCING

o Kucing: mendengar suara kucing bererti memalukan pembantu yang mencuri.

MALAIKAT:

* Al-Ustaz Abu Sa'id berkata: "Melihat malaikat dalam tidur, jika malaikat itu yang dikenal dan dalam keadaan bergembira, maka akan berlaku sesuatu bagi orang yang bermimpi. Sesuatu yang dimaksudkan itu termasuklah kemegahan, kekuatan, berita menggembirakan, mendapat pertolongan setelah dizalimi, sembuh, setelah berpenyakit, tenteram setelah dalam ketakutan, kaya setelah miskin, bergembira setelah menderita, dapat menghajikan kawannya atau dia syahid dalam peperangan."

MATI

o Mati: Melihat mati dalam mimpi adalah penyesalan daripada perkara yang sangat besar. Melihat seolah-olah anda mati, kemudian anda hidup lagi, bererti anda mempunyai dosa kemudian anda bertaubat.

MAYAT

o Mayat: Sesiapa yang bermimpi melihat mayat seseorang (yang sudah mati), seolah-olah dia mati lagi, lalu orang-orang menangisnya, yakni tidak sampai berteriak dan meratap, maka ini menunjukkan akan berkahwin salah seorang zuriatnya. Sesiapa yang bermimpi menjumpai mayat, maka dia akan mendapat harta.

MUHAMMAD S.A.W.:

* Dari Sa'id bin Qais, dari ayahnya, katanya Rasulullah S.A.W. bersabda: "Tidak masuk neraka orang yang melihat aku dalam tidurnya."

NABI:

* lihat Para Rasul

PARA RASUL:

* Al-Ustaz Abu Sa'id berkata: "Bermimpi melihat para nabi ada dua kemungkinan. Mungkin merupakan khabar gembira dan mungkin juga suatu peringatan. Pertama melihat hal atau keadaannya yang sebenar. Ini menunjukkan orang yang bermimpi itu baik, sempurna, mulia dan menang dari musuh-musuhnya. Kedua, melihat nabi tidak seperti keadaannya yang sebenar. Misalnya dia melihat nabi dalam keadaan cemberut atau masam mukanya. Ini menunjukkan buruknya keadaan orang yang bermimpi itu dan bersangatan musibah yang diterimanya tetapi akhirnya Allah melapangkannya. Kalau dia bermimpi melihat seolah-olah dia membunuh nabi, itu menunjukkan bahawa dia tidak menunaikan amanah menyalahi janji."

RASUL:

* lihat Para Rasul

SAHABAT DAN TABIIN:

* Sesiapa yang melihat salah seorang dari mereka atau sekalian mereka dalam keadaan hidup, maka melihat itu dikira kuat agamanya. Ini juga menunjukkan bahawa yang bermimpi itu akan memperoleh ketinggian dan kemuliaan. Kalau ada orang yang melihat seolah-olah dia termasuk sahabat atau tabiin, maka dia akan menghadapi kesusahan, tetapi akhirnya mendapat kelapangan. Kalau selalu melihat mereka, maka akan lapang kehidupan.

SINGA

o Suara singa: mendengar suara singa bererti takut kepada raja yang zalim.


SURAH-SURAH

* Dalam Quran ada 114 surah. Setiap surah mempunyai takwil tertentu. Di bawah ini disebutkan takwil setiap surah secara tertib:
o Al-Fatihah: Dibukakan baginya pintu-pintu kebaikan dan ditutup pintu keburukan.
o Al-Baqarah: Panjang umurnya dan baik agamanya.
o Ali Imran: Bersih diri dan bersih jiwanya serta sanggup menghujah pihak-pihak yang batil.
o An-Nisa': Menjadi pembagi-bagi harta warisan, mewarisi wanita dan mewariskan harta kerana umurnya yang panjang.
o Al-Ma'idah: Tinggi darjatnya,kuat keyakinannya dan baik kewarakannya.
o Al-An'am: Banyak binatang peliharaannya dan dia menjadi pemurah.
o Al-A'raf: Tidak akan keluar dari dunia sebelum dia menginjak bukit Turisina.
o Al-Anfal: Menang melawan musuh dan dia mendapat harta ghanimah.
o At-Taubah: Hidup terpuji di tengah-tengah masyarakat dan mati dalam keadaan bertaubat.
o Yunus: Bagus ibadatnya dan man daripada tipudaya serta ilmu sihir.
o Hud: Berhasil tanam-tanamannya dan berkembang binatang ternaknya.
o Yusuf: Pada mulanya dia dianiaya orang tetapi kemudian pergi merantau dan berhasil di perantauan.
o Al-Ra'du Ibrahim: Menghafaz banyak doa dan cepat beruban. Bagus agama dan urusannnya di sisi Allah.
o Al-Hijr: Terpuji di sisi Allah SWT dan di sisi manusia.
o An-Nahl: Diberikan ilmu dan kalau dia sedang sakit bererti dia akan sembuh.
o Bani Israil: Mulia di sisi Allah SWT dan menang melawan musuh-musuhnya.
o Al-Kahfi: Tercapai cita-citanya dan panjang umurnya sehingga dia bosan hidup dan rindu akan mati.
o Maryam: Menghidupkan sunah para nabi, dituduh dan dihinakan teteapi akhirnya terbukti kesuciannya.
o Taha: Kebal dari khianat tukang-tukang sihir.
o Al-Anbiya': Mendapat kemudahaan dan kebahagiaan setelah menghadapi pelbagai kesusahan dan mendapat ilmu dan khusyuk.
o Al-Haj: Dapat mengerjakan haji berulang-ulang insya-Allah.
o Al-Mukminun: Kuat imannya dan mati dalam iman.
o An-Nur: Allah SWT menerangi hati dan kuburnya.
o An-Furqan: Menjadi pemisah antara yang hak dan batil.
o As-Syu'ara: Allah SWT melindunginya dari kejahatan.
o An-Naml: Diberikan kerajaan atau kekuasaan.
o Al-Qasas: Diberikan perbendaharaan yang halal.
o Al-Ankabut: Dia dalam penjagaan Allah SWT sehingga matinya.
o Ar-Rum: Allah SWT memberikan kekuatan kepadanya untuk menakluki negeri kaum musyrikin ramai umat yang mendapat pertunjuk di tangannya.
o Luqman: Diberikan hikmah.
o As-Sajdah: Mati di atas sejadahnya dan menjadi orang yang berjaya di sisi Allah SWT.
o Al-Ahzab: Menjadi kelompok orang bertakwa dan pengikut kebenaran.
o Saba': Zuhud di dunia dan suka beruzlah (mengasingkan diri dari masyarakat yang banyak mengerjakan dosa).
o Fatir: Allah SWT membukakan pintu-pintu nikmat kepadanya.
o Yasin: Dijadikan sebagai pencinta pengikut Rasulullah SAW.
o As-Saffat: Mendapat anak yang taat dan mempunyai keyakinan.
o Sad: Pandai bertukang dan banyak hartanya.
o Al-Zumar: Bersih agamanya dan baik akhir hayatnya.
o Al-Mukmin: Diangkat darjatnya di dunia dan akhirat dan mengalir kebaikan-kebaikan melalui tangannya.
o Hamim As-Sajdah: Menjadi penyeru kepada yang hak dan ramai yang mencintainya.
o Hamim Ain Sin Qaf: Panjang umurnya.
o Al-Zukhruf: Jujur dalam percakapannya.
o Al-Dhukan: Diberikan kekayaan.
o Al-Jasiah: Menjadi khusyuk dan takut kepada Allah SWT.
o Al-Ahqaf: Melihat perkara-perkara ajaib di dunia.
o Muhammad: Menjadi baik sirah (perjalanan hidupnya).
o Al-Fath: Diberi taufik untuk berjihad.
o Al-Hujurat: Allah SWT merahmatinya.
o Qaf: Dimurahkan rezekinya.
o Al-Zariat: Menjadi tanam-tanamnya.
o Al-Tur: Bererti dia sudah dekat dengan Makkah Al-Mukarramah.
o An-Najm: Mendapat anak yang cantik dan terpandang.
o Al-Qamar: Kebal daripada ilmu-ilmu sihir.
o Ar-Rahman: Mendapat nikmat di dunia dan mendapat rahmat di akhirat.
o Al-Waqi'ah: Bersegera kepada taat.
o Al-Hadid: Sihat badan dan dipuji orang.
o Al-Mujadalah: Membantah pihak-pihak yang batil serta sanggup memberikan hujah-hujah bernas.
o Al-Hasyar: Dia mengancurkan musuh-musuhnya.
o Al-Mumtahanah: Mendapat rintangan dan cubaan tetapi diberi ganjaran.
o As-Saff: Ingin mati syahid.
o Al-Jum'at: Allah SWT mengumpulkan pelbagai kebaikan baginya.
o Al-Munafiqun: Lepas daripada kemunafikan.
o At-Taghabun: Tetap di atas petunjuk.
o At-Talaq: Terjadinya pertengkaran antara suami dan isteri dan terkadang sampai kepada perceraian.
o Al-Mulk: Besar kerajaannya.
o Nun al-Qalam: Diberi kefasihan dan pandai menulis.
o Al-Haqqah: Dia berdiri di atas hak.
o Al-Ma'arij: Berada dalam keadaan aman di ditolong.
o Nuh: Menjadi penyeru kepada kebaikan dan pencegah dari yang mungkar serta mengalahkan musuh-musuhnya.
o Al-Jin: Terpelihara dari gangguan syaitan.
o Al-Muzammil: Diberi taufik untuk mengerjakan solat tahjud.
o Al-Mudassir: Baiklah tempat tidurnya dan dia menjadi orang sabar.
o Al-Qimayah: Tidak mahu bersumpah untuk selama-lamanya.
o Al-Insan: Menjadi orang yang pemurah, bersyukur dan baik penghidupannya.
o Al-Mursalat: Diluaskan rezekinya.
o 'Amma Yatussalun: Menjadi mulia dan masyur kemuliaannya.
o An-Nazi'at: Dicabut kesusahan dan sifat khianat dari hatinya.
o 'Abasa: Dia memberikan zakat dan sedekah.
o Al-Takwir: Banyak melancong dan banyak mendapat keuntungan.
o Al-Infitar: Dekat kepadanya raja-raja dan pembesar serta mereka menghormatinya.
o Al-Mutaffifin: Allah SWT memberikan sifat amanah kepadanya, sifat adil dan menyempurnakan janji.
o Al-Insyiqaq: Ramai anak dan keturunannya.
o Al-Buruj: Lepas dari dukacita dan mendapat ilmu. Ada yang mengatakan ilmu yang dimaksud ialah ilmu nujum.
o At-Tariq: Diberi taufik untuk banyak bertasbih.
o Al-A'la: Mudah segala urusannya.
o Al-Ghasiyah: Naik pangkat atau martabatnya.
o Al-Fajr: Diberi pakaian yang cantik-cantik.
o Al-Balad: Allah SWT memberikan taufik kepadanya sehingga dia suka membei makan kepada orang lain, memuliakan anak yatim dan menyayangi orang-orang daif.
o As-Syams: Diberikan kepintaran, kecerdikan dan kefahaman.
o Al-Lail: Diberi taufik untuk qiyamullail dan terpelihara daripada terbongkarnya rahsianya.
o Ad-Dhuha: Dia memuliakan orang-orang miskin dan anak yatim.
o Al-Alaq: Dijadikan atau menjadi orang yang tawaduk, fasih dan cantik tulisannya.
o Al-Qadar: Panjang umur serta tinggi martabatnya.
o Al-Bayyinah: Dengan izin Allah, mendapat pertunjuk di tangannya kaum yang zalim.
o Al-Zalzalah: Allah mengoncongkan dengannya tumit orang-orang kafir.
o Al-'Adiyat: Mendapat kuda.
o Al-Qariah: Menjadi mulia kerana bertakwah dan banyak beribadah.
o At-Takasur: Menjadi zuhud dan tidak menumpuk harta.
o Al-Asr: Dijadikan orang yang sabar dan mentaati kebenaran. Dan juga dia rugi dalam perniagaan tetapi akhirnya mendapat keuntungan yang banyak.
o Al-Humazah: Dia mengumpul harta yang banyak yang bermanfaat baginya untuk amal-amal kebajikan.
o Al-Fil: Ditolong untuk menentang musuh-musuhnya dan di tangannnya Islam dapat menakluki kawasan musuhnya.
o Al-Quraisy: Dia memberi makan orang-orang miskin dan terjadi hubungan erat di antaranya dan hamba Allah yang lain.
o Al-Ma'un: Berjaya mangalahkan orang-orang yang menentangnya.
o Al-Kausar: Banyak kebaikannya di dua negeri.
o Al-Kafirin: Diberi taufik untuk menentang orang-orang kafir.
o An-Nasr: Allah SWT menolongnya untuk melawan musuh-musuhnya. Bermimpi membaca surat Al-Nasr juga menandakan dekatnya ajal orang yang bermimpi itu kerana ini merupakan surah pemberitahuan Rasulullah saw akan dekatnya ajalnya.
o Al-Lahab: Sebahagian orang munafik memusuhinya tetapi akhirnya dikalahkan oleh Allah SWT.
o Al-Ikhlas: Mendapat kesenangan, mulia dan terpelihara akidahnya. Menurut satu pendapat sikit keluarganya, tetapi senang hidupnya. Ada yang mengatakan bermimpi membaca surat ini menunjukkan dekatnya ajalnya.
o Al-Falaq: Allah SWT memeliharanya daripada kejahatan manusia dan jin, daripada gangguan binatang dan dengki manusia.
o Al-Nas: Selamat daripada gangguan syaitan dan tenteranya.

SYAITAN

o Syaitan: Sesiapa yang bermimpi diganggu syaitan bererti musuhnya menuduh isterinya berzina atau mengganggunya. Kata satu pendapat mimpi seperti itu menunjukkan orang yang bermimpi akan lepas daripada kesusahannya atau sembuh dari penyakit.

TABIIN:

* melihat SAHABAT DAN TABIIN


ULAR

* menurut Islam:
o Mendengar Bunyi Kulit Ular: bermakna menjauhkan diri dari musuh yang menyembunyikan permusuhan dan berusaha untuk mengalahkannya. Jika bermimpi dibelit dan dipatuk ular alamatnya akan beristeri dan jika perempuan akan lekas bersuami. 


Copy paste dari http://alibastomi.blogspot.com

Kamis, 12 Mei 2011

Ada Apa dengan Malam Jum`at dan Hari Jum`at....?

Malam Jum’at adalah malam yang paling utama, harinya adalah hari yang paling utama dari semua hari.
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya malam Jum’at dan harinya adalah 24 jam milik Allah Azza wa Jalla. Setiap jamnya ada enam ratus ribu orang yang diselamatkan dari api neraka.”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang mati di antara matahari tergelincir hari Kamis hingga matahari tergelincir hari Jum’at, Allah melindunginya dari siksa kubur yang menakutkan.”
Imam ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata: “Malam Jum’at dan hari Jum’at mempunyai hak, maka janganlah sia-siakan kemuliaannya, jangan mengurangi ibadah, dekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal shaleh, tinggalkan semua yang haram. Karena di dalamnya Allah swt melipatgandakan kebaikan, menghapus kejelekan, dan mengangkat derajat. Hari Jum’at sama dengan malamnya. Jika kamu mampu, hidupkan malam dan siangnya dengan doa dan shalat. Karena di dalamnya Allah mengutus para Malaikat ke langit dunia untuk melipatgandakan kebaikan dan menghapus keburukan, sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha Mulia.”
Dalam hadis yang mu’tabar, Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata: “Sesungguhnya orang mukmin yang memohon hajatnya kepada Allah, Ia menunda hajat yang dimohonnya hingga hari Jum’at agar ia memperoleh keutamaan yang khusus (dilipatgandakan karena keutamaan hari Jum’at).”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Ketika saudara Yusus meminta kepada Ya’qub agar ia memohonkan ampunan untuk mereka, ia berkata, Tuhanku akan mengampunimu. Kemudian ia mengakhirkan istighfarnya hingga dini hari Jum’at agar permohonannya diijabah.”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika malam Jum’at tiba semua binatang laut dan binatang darat mengangkat kepalanya seraya memanggil dengan bahasanya masing-masing: Wahai Tuhan kami, jangan siksa kami karena dosa-dosa anak cucu Adam.”
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Allah swt memerintahkan kepada Malaikat agar pada setiap malam Jum’at ia menyeru dari bawah Arasy dari awal malam hingga akhir malam: Tidak ada seorang pun hamba mukmin yang berdoa kepada-Ku untuk keperluan akhirat dan dunianya sebelum terbit fajar kecuali Aku mengijabahnya, tidak ada seorang pun mukmin yang bertaubat kepada-Ku dari dosa-dosanya sebelum terbit fajar kecuali Aku menerima taubatnya, tidak ada seorang pun mukmin yang sedikit rizkinya lalu ia memohon kepada-Ku tambahan rizkinya sebelum terbit fajar kecuali Aku menambah dan meluaskan rizkinya, tidak ada seorang pun hamba mukmin yang sedang sakit lalu ia memohon kepada-Ku untuk kesembuhannya sebelum terbit fajar kecuali Aku memberikan kesembuhan, tidak ada seorang hamba mukmin yang sedang kesulitan dan menderita lalu ia memohon kepada-Ku agar dihilangkan kesulitannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menghilangkannya dan menunjukkan jalannya, tidak ada seorang pun hamba yang sedang dizalimi lalu ia memohon kepada-Ku agar Aku mengambil kezalimannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menolongnya dan mengambil kezalimannya; Malaikat terus-menerus berseru hingga terbit fajar.”
Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Sesungguhnya Allah swt memilih Jum’at, lalu menjadikan harinya sebagai hari raya, dan memilih malamnya menjadi malam hari raya. Di antara keutamaannya adalah orang yang momohon hajatnya kepada Allah Azza wa Jalla pada hari Jum’at Allah mengijabahnya; suatu bangsa yang sudah layak menerima azab lalu mereka memohon pada malam dan hari Jum’at Allah pasti menyelamatkan mereka darinya. Tidak ada sesuatu pun yang Allah tentukan dan utamakan kecuali Ia menentukannya pada malam Jum’at. Karena itu, malam Jum’at adalah malam yang paling utama, dan harinya adalah hari yang paling utama.”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: ” Jauhilah maksiat pada malam Jum’at, karena pada malam itu keburukan dilipatgandakan dan kebaikan dilipatgandakan. Baransiapa yang meninggalkan maksiat kepada Allah pada malam Jum’at Allah mengampuni semua dosa yang lalu, dan barangsiapa yang menampakkan kemaksiatan kepada Allah pada malam Jum’at Allah menyiksanya dengan semua amal yang ia lakukan sepanjang umurnya dan melipatgandakan siksa padanya akibat maksiat itu.”
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya hari Jum’at adalah penghulu semua hari, di dalamnya Allah azza wa jalla melipatgandakan kebaikan, menghapus keburukan, mengangkat derajat, mengijabah doa, menghilangkan duka, dan menunaikan hajat-hajat yang besar. Hari Jum’at adalah hari Allah menambah jumlah orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Tidak ada seorang pun manusia yang memohon perlindungan di dalamnya dan ia mengenal hak-Nya serta yang diharamkan-Nya, kecuali Allah berhak membebaskan dan menyelamatkan ia dari neraka. Jika ia mati pada hari Jum’at atau malamnya, ia mati syahid dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan aman.Tidak ada seorang pun yang meremehkan apa yang diharamkan oleh
Allah dan menyia-nyiakan hak-Nya, kecuali Allah berhak mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam kecuali ia bertaubat.”
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Tidak ada terbit matahari yang lebih utama dari hari Jum’at, dan sesungguhnya pembicaraan burung pun jika ia berjumpa dengan yang lain pada hari ini, ia mengucapkan salam, salam kebaikan dan kedamaian.”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika kalian memasuki hari Jum’at, maka janganlah kalian disibukkan oleh sesuatu selain ibadah, karena hari itu adalah hari pengampunan bagi hanba hamba Allah; pada hari Jum’at dan malam Jum’at Allah menurunkan kepada mereka rahmat dan karunia lebih banyak daripada mengambilnya dalam waktu yang singkat.”
(Fafâtihul Jinân, bab 1, pasal 4, halaman 28-38 )

Rabu, 04 Mei 2011

5 Kesesatan Manusia - Musibah adanya

Bagaimana kamu apabila dilanda lima perkara? Kalau aku (Rosululloh sholollohu 'alaihi wasallam), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu atau kamu mengalaminya:

(1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu.


(2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan Zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali.


(3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa.


(4) Jika penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka.


(5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan Sunnah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka."

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Selasa, 28 Desember 2010

wudhu sebelum tidur

Diriwayatkan dari Al-Bara bin Azib r.a. : Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda kepadaku, kapan pun engkau hendak tidur berwhudu lah terlebih dahulu sebagaimana engkau hendak shalat, berbaringlah dengan menghadap ke arah kanan dan berdoalah

"Allahumma aslamtu wajhi ilaika, wa fawwadhtu amri ilaika, wa alja'tu zhahri ilaika raghbatan wa rahbatan ilaika. La malja'a wa laa manja minka illa ilaika. Allahumma amantu bikitabikal-ladzi anzalta wa Nabiyyikal arsalta

(ya Allah! Aku berserah diri kepada-Mu, mempercayakan seluruh urusan ku kepada-Mu aku bergantung kepada-Mu untuk memperoleh berkah-Mu dengan harapan dan ketakutanku kepada-Mu, tak ada tempat untuk perlindungan dan keamanan selain-Mu. Ya Allah! Aku percaya kepada kitab-Mu dan aku percaya kepada Nabi-Mu yang telah engkau utus) maka apabila malam itu engkau mati, kau akan mati dalam keimanan. Biarkanlah kata-kata tadi menjadi kata-katamu yang terakhir" aku mengulang doa itu di hadapan Nabi Muhammad Saw.

Dan ketika sampai pada kalimat "Allahumma amantu bikitabikal ladzi anzalta" (ya Allah! aku percaya kepada kitab-Mu yang telah engkau turunkan) aku melanjutkan,"wa Rasulika (dan Rasul-Mu)". Nabi Muhammad Saw. Bersabda,"bukan ('wa Rasulika', tetapi); wa nabiyyikal ladzi arsalta"(Nabi-Mu yang Engkau utus). Hadist riwayat Bukhari

Download Gratis Buku PAI BP Kurikulum Merdeka

Download Gratis Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) Kurikulum Merdeka melalui laman Sitem Informasi Perbukuan Indonesia (...